"Kita di sini selalu menghargai jasa para pahlawan terdahulu, pendahulu kami adalah Brigjen KH Syamun yang mendirikan Al Khairiyah," ujar Ali dalam sambutannya di Kampus Al Khairiyah, Cilegon, Banten, Sabtu (22/10/2016).
Ali lalu menyebutkan, Brigjen KH Syamun merupakan tentara yang juga seorang ulama. KH Syamun juga pernah diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional.
"Hanya saja ada pesan penting bahwa kenapa belum layak jadi pahlawan nasional? Karena ruang lingkup perjuangannya hanya Banten dan Jabar," kata Ali.
Ali lalu menyebutkan tentang perjuangan Pattimura dan Imam Bonjol. Keduanya merupakan pahlawan nasional.
"Kami di sini menghormati perjuangan Pattimura, walau Pattimura belum pernah ke Jawa Tengah. Kami juga menghormati Imam Bonjol meski belum pernah ke Manado. Jika berkenan atas usulan Gubernur Banten juga, dapat berkenan mengabulkan permohonan agar Brigjen KH Syamun jadi pahlawan nasional," pungkas Ali.
Acara itu dihadiri oleh seluruh murid dan santri Al Khairiyah. Di sana ada sekolah terpadu dan juga pondok pesantren.
Sementara itu Presiden Jokowi didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Gubernur Banten Rano Karno. Jokowi pada sambutannya juga menyebut jasa Brigjen KH Syamun.
"Sejak awal didirikan hingga sekarang, Al Khairiyah selalu dekat dengan misi awal KH Syamun yaitu memajukan umat Islam. Mulai dari bentuk pesantren lalu madrasah, SMP, membentuk perguruan tinggi Islam," ungkap Jokowi.
(bpn/hri)
(bpn/hri)
0 komentar:
Posting Komentar